Konser Tommy Page, Jakarta 29 Mei 2015


Penggemar musik era 1990-an pastinya tidak asing dengan Tommy Page. Ya, penyanyi Amerika Serikat yang terkenal dengan lagu A Shoulder To Cry On ini kembali menggelar konser di Indonesia tahun 2015 ini dengan tajuk Up Close and Personal With Tommy Page. Pada tahun 2013 lalu, Tommy Page juga menggelar konser bertajuk Come Home di dua kota, yaitu Jakarta dan Surabaya. Sementara tahun ini hanya kota Jakarta yang ia sambangi, namun ada dua konser yang ia gelar. Yang pertama bertempat di ballroom Kuningan City pada hari Jumat tanggal 29 Mei dan yang kedua di The Hall Senayan City keesokan harinya tanggal 30 Mei. Konser tanggal 30 Mei ini bersifat private, hanya untuk kalangan terbatas. Konsernya sendiri dipadukan dengan gala dinner, penonton pun akan berkesempatan berfoto dan mendapatkan suvenir dari Tommy Page. Sudah bisa dipastikan harganya jauh lebih mahal daripada konser tanggal 29 Mei.

Sebagai salah satu penggemar Tommy, saya tidak melewatkan kesempatan ini, apalagi saya tidak sempat menonton konsernya pada tahun 2013 lalu. Mumpung ada diskon early bird, saya segera memesan tiket konser kelas silver. Sebenarnya pengen banget nonton konser tanggal 30 Mei supaya bisa dapet foto bareng, tanda tangan dan suvenir, tapi karena harganya luar biasa, apalagi ditambah dengan tiket pesawat dan akomodasi selama di Jakarta, akhirnya saya pesan tiket konser tanggal 29 Mei.

Setelah tiba di Jakarta, saya ke Kuningan City jam 10 pagi membawa voucher untuk ditukar dengan tiket konser yang aslinya. Sayang sekali counternya belum buka, terlihat beberapa teknisi yang sedang mengecek persiapan akhir. Saya disuruh kembali pada sore hari atau dua jam sebelum konser dimulai. Pukul 18.00 saya kembali ke Kuningan City dan mendapati antrian penukaran tiket yang panjang. Seperti layaknya konser-konser artis lain, banyak calo yang menawarkan saya tiket murah tetapi tidak saya gubris karena saya sudah memiliki tiket.

Tiket Konser Tommy Page

Tiket Konser Tommy Page

Setelah memasuki ballroom, saya bergerak cepat untuk mamilih kursi yang strategis. Pemegang tiket kelas silver memang menempati deret bagian belakang, tetapi untungnya saya mendapat tempat duduk di bagian tengah, sehingga pandangan ke depan tepat berada di tengah-tengah panggung. Tepat pukul 20.00 konser dimulai, dibuka oleh Angel Pieters. Penyanyi jebolan kontes idola cilik ini menyanyikan lagu If I Ain’t Got You dari Alicia Keys, I Have Nothing, dan I Will Always Love You milik Whitney Houston. Setelah itu, Tommy Page masuk menggebrak panggung, penonton pun bersorak histeris. Berpakaian jas putih, Tommy membuka penampilannya dengan menyanyikan lagu Turning Me On, dilanjutkan dengan Just Before dan, Turn On the Radio.

Tommy Page KonserAngel Pieters tidak hanya tampil pada saat pembuka saja. Tommy kembali mengajak Angel naik ke atas panggung dan mengajaknya duet menyanyikan lagu I’m Always Dreaming of You yang aslinya merupakan duet antara Tommy Page dan Sally Yeh. Selanjutnya Tommy melantunkan lagu I Think I’m In Love, Love Takes Over, dan Something Good. Lagu lama Tommy, I Break Down yang dibuat versi barunya pada tahun 2015 ini pun menjadi salah satu lagu yang dibawakan pada konser ini.

Tak hanya menyanyi, Tommy juga menyampaikan cerita di balik lagu-lagu yang ia ciptakan, salah satunya adalah lagu Minetta Lane. Dulu saat Tommy tinggal di sebuah apartemen di New York bersama seorang teman, Temannya ini memiliki seekor anjing bernama Tyler. Suatu hari, teman saya meminta saya untuk mengajak jalan-jalan Tyler. Saya menyetujuinya dan mengajak Tyler berjalan-jalan di sepanjang jalan Minetta Lane yang dekat dengan apartemen, “kata Tommy”.

Tommy Page Menyanyikan Lagu Minetta Lane

Tommy Page Menyanyikan Lagu Minetta Lane

Tak hanya menyanyi, Tommy pun menunjukkan kebolehannya bermain piano. Ia memainkannya saat membawakan lagu Paintings in My Mind, I Break Down, dan A Shoulder To Cry On. Lagu ini menjadi penutup konser malam itu. Semua penonton terlarut hanyut dan ikut menyanyikan lagu yang menjadi favorit sebagian besar penonton. Tommy pun mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan antusias penonton yang hadir, namun sepertinya banyak penonton yang belum puas, termasuk saya sendiri. Akhirnya Tommy kembali menyanyikan satu lagu terakhir, yaitu Whenever You Close Your Eyes, yang merupakan salah satu lagu favorit saya.

Tommy Page Menyanyikan lagu A Shoulder To Cry On

Tommy Page Menyanyikan lagu A Shoulder To Cry On

Konser yang berlangsung kurang lebih 90 menit ini pun akhirnya selesai. Saya sebenarnya mengharapkan durasi yang lebih lama, namun secara keseluruhan saya merasa cukup puas dengan penampilan Tommy Page. Jika suatu saat nanti ia mengadakan konser lagi, saya pasti akan datang kembali🙂

Categories: Music | Tags: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

iPhone Gadungan yang Merajalela


Wulan's Room

Gatel juga buat nge-post soal iPhone gadungan. Banyak yang tertipu dan termasuk teman saya sendiri. Modus awal iPhone gadungan ini hampir sama, yaitu: bule (mostly mandarin/oriental, no SARA tapi memang kenyataannya) yang bilang habis kerampokan terus jual murah iPhone-nya (sebenarnya juga berlaku buat HP mahal merk lain). Nah, temen saya ini mengaku dapat iPhone 4S 64GB dari bule Jepang seharga 2juta. What?! Murah banget untuk ukuran iPhone 4S 64GB. Meski barang second tapi iPhone 4S ini masih tinggi di pasaran. Alhasil teman saya ini tanya sama saya yang memang udah lama setia pakai iPhone. Teman saya pengen mengkonfirmasi apakah benar iPhone-nya itu asli apa tidak. Berhubung teman saya dan saya beda kota ya akhirnya konfirmasi melalui foto (gila ya ngecek HP lewat foto)

Pertama dia kirimkan foto fisik iPhone dan tampilan home-nya. Foto agak burem karena dia foto pake HP dia yg lain. Ini fotonya:

20130824-002702.jpg

Dari foto…

Lihat pos aslinya 525 kata lagi

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

The Amazing Race 22 Episode 4 (Bali) Recap: Monyet, Surfboard, dan Express Pass yang Sia-sia


Perlombaan berlanjut tanpa jeda istirahat. Dave/connor yang finish pertama di leg 3 Christchurch mendapati bahwa mereka masih harus terus berlomba. Phil memberi clue berikutnya, dimana tim harus terbang ke Bali, Indonesia. Walaupun kaki Dave cedera, tetapi dia memutuskan untuk tetap berlomba. Salut buat mereka. Berturut-turut yang finish di urutan 2 sampai 8 adalah Jessica/John, Bates/Anthony, Pam/Winnie, Joey/Meghan, Caroline/Jennifer, Mona/Beth, Max/Katie. Chuck/Wynona terlihat lesu setelah Phil mengatakan bahwa mereka adalah tim terakhir yang tiba di pit stop. Namun mereka bernapas lega setelah tau mereka tidak tereliminasi.

Perlombaan Mendapatkan Tiket

Tiket pesawat merupakan salah satu elemen paling penting dalam perlombaan. Max/Katie yang finish ke-8 dengan sigap memesan tiket dengan meminta bantuan 2 orang di dekat pit stop. Mereka memesan tiket via telepon dan berhasil mendapatkan tiket pesawat yang tiba pada pukul 08.30. Wow… mereka tim pertama yang mendapatkan tiket. Adapun tim-tim yang lain sebagai berikut:

  • Dave/Connor membeli tiket di airport, tiba di Bali pukul 08.30
  • Pam/Winnie meminjam komputer di salah satu outlet di bandara, membeli tiket online dan tiba pukul 08.30
  • Caroline/Jennifer membeli tiket di counter travel agent di bandara, juga tiba pukul 08.30
  • Bates/Anthony, Mona/Beth, dan Chuck/Wynona membeli tiket di bandara. Terbang via Kuala lumpur dan tiba di Bali pada pukul 12.05
  • Jessica/John dan Joey/Meghan membeli tiket di bandara. Terbang via Singapore dan tiba di Bali pada pukul 12.05 namun setelah tiba di Singapore mereka mendapatkan tiket yang tiba di Bali pada pukul 10.30

Monkey Forest

Dave/Connor, Pam/Winnie, Max/Katie, dan Caroline/Jennifer adalah 4 tim yang pertama di Bali kemudian menuju Kenanga hotel. Mereka disambut tari kecak dan mendapatkan clue berikutnya dari hanoman. Sayangnya adegan ini terpaksa tidak ditayangkan karena keterbatasan waktu. Selanjutnya mereka menuju monkey forest. Setibanya disana mereka harus memberikan kelapa kepada monyet yang akan membuka kelapa itu dan clue berikutnya terdapat di dalam kelapa. Saya sangat menyukai segmen ini. Sungguh ide yang briliant dari kru Amazing Race. Tim yang pertama tiba di sini belum tentu menjadi tim pertama yang menyelesaikan tantangan ini karena semua tergantung dari monyet-monyet ini😀

Monkey forest, Ubud Bali

Detour

Clue yang didapat dari dalam kelapa adalah detour, pilihannya adalah sandy bottom dan fruity top. Sandy bottom mengharuskan tim mengumpulkan pasir dari dasar sungai Ayung dengan menggunakan keranjang dan membawanya ke lokasi pembuatan batako sejauh 200 yards (kurang lebih 183 meter). Setelah pasir yang dikumpulkan cukup maka mereka akan mendapat clue berikutnya. Sedangkan Fruity top mengharuskan tim membuat persembahan yang terbuat dari buah-buahan yang dalam bahasa Bali disebut gebogan. Jika juri merasa gebogan yang mereka buat bagus, maka mereka boleh membawanya ke Pura Desa Puseh dan akan diberkati oleh mangku (pendeta Bali) dan akan mendapat clue berikutnya.

Detour A, Sandy bottom

Detour A, Sandy Bottom

Dari 9 tim, hanya Mona/Beth yang memilih sandy bottom sedangkan 8 tim lain memilih fruity top, namun Jessica/John mengalami kesulitan dalam membuat gebogan sehingga Jessica menginginkan menggunakan express pass yang mereka punya. John menolak usul Jessica dan memutuskan menuju detour kedua yaitu sandy bottom. Hal ini membuat mereka kehilangan waktu dan tertinggal dari tim-tim yang lain.

The Amazing Race 22, Bali Indonesia

Detour B, Fruity top

Roadblock

Setelah menyelesaikan detour, tim kemudian menuju Uluwatu beach, lokasi roadblock pada leg ini. Tugasnya adalah mencari surf shop dan mencari surfboard yang memiliki gambar/stiker. Gambar tersebut tentu saja dirahasiakan dan tim hanya diberi kode bahwa gambar tersebut adalah sesuatu yang mereka jumpai selama perlombaan ini. Gambar yang dimaksud ternyata adalah gambar pendeta yang mereka temui di awal leg 2 di Bora Bora. Salah seorang dari tim harus membawa surfboard tersebut, kemudian menjemput rekannya yang menunggu di suatu tempat kemudian menuju pit stop. Jika surfboard mereka salah maka tim harus kembali lagi ke surf shop dan mengulangi dari awal.

The Amazing Race 22, Bali Indonesia

Roadblock di Uluwatu Beach

 Pam/Winnie adalah tim pertama yang tiba di roadblock, diikuti oleh Dave/Connor, Max/Katie, dan Caroline/Jennifer. Winnie yang melakukan roadblock berhasil menemukan surfboard yang benar tapi kesulitan menemukan pit stop. Dia menawarkan jawaban kepada Connor asal connor mamu membiarkan dia dan Pam finish pertama di pit stop. Connor menolak dan disaat Winnie lengah, connor berhasil mengintip jawaban dari Winnie dan akhirnya Dave/Connor berhasil tiba pertama di pit stop, dan mendapat hadiah $10,000. Beberapa tim kesulitan mencari surfboard yang benar dan mencari lokasi pit stop. Caroline bahkan menangis karena berkali-kali salah. Sedangkan Bates dan Chuck kesulitan mencari pit stop. Berturut-turut yang mencapai pit stop di urutan 2-7 adalah Pam/Winnie, Max/Katie, Caroline/Jennifer, Joey/Meghan, Mona/Beth, Bates/Anthony.

Tinggal tersisa dua tim yang belum check in di pit stop yaitu Chuck/Wynona dan Jessica/John. John yang melakukan roadblock mengira masih ada tim di belakang mereka sehingga tidak menggunakan express pass yang mereka punya.  Jessica sangat tegang karena mengetahui timnya kemungkinan akan tereliminasi. Chuck/Wynona akhirnya mencapai pit stop di urutan ketujuh dan Jessica/John tereliminasi tanpa sempat menggunakan express pass yang mereka punya. Phil Keoghan sendiri sangat tidak percaya dengan hasil ini. Jessica/John akhirnya mencatat sejarah menjadi tim yang tereliminasi tanpa menggunakan express pass.

The Amazing Race 22, Bali Indonesia

Jessica dan John Tereliminasi

Episode berikutnya, tim menuju Hanoi, Vietnam dan Double U-turn akan menanti mereka.

Categories: Uncategorized | Tags: , , , , , , | Tinggalkan komentar

The Amazing Race 22 Episode 1 Recap: 3 Tim “Menyerah” di Surga Bora-bora


Postingan yang agak telat :-p Akhirnya The Amazing Race (TAR) musim ke-22 tayang juga. Episode perdana ditayangkan pada tanggal 17 Februari. Tempat yang menjadi kehormatan untuk menjadi starting line musim ini adalah Griffith Observatory. Observatorium yang dibangun pada tahun 1933 ini adalah salah satu landmark kota Los Angeles. Host Phil Keoghan mengumumkan twist musim ini yaitu pemenang leg 1 akan mendapat 2 express pass, namun 1 express pass harus diberikan kepada tim lain sebelum akhir leg ke-4. Destinasi pertama musim ini adalah Bora-bora, Polinesia Perancis.

Starting line, Griffith Observatory

Starting line, Griffith Observatory

Phil melepas tim tanpa opening challange seperti musim lalu. Tim harus mengendarai mobil yang telah disediakan menuju Los Angeles International Airport. Mereka harus secepat mungkin tiba di bandara karena hanya 5 tim pertama yang mendapat penerbangan pertama, sedangkan 6 tim terakhir akan mendapat penerbangan kedua yang akan mendarat 1 jam kemudian.

Tim Alabama, Chuck/Wynona berhasil check-in pertama di penerbangan pertama diikuti Pam/Winnie, Idries/Jamil, Dave/Connor, dan terakhir Jessica/John. Enam tim lain harus rela mendapat penerbangan kedua. Lima tim pertama tiba di kota Papeete untuk transit, dan disini mereka mendiskusikan tentang express pass. Idries & Jamil mengusulkan siapa pun yang memenangkan leg pertama akan memberikan express pass kedua kepada tim yang finish kedua di pit stop. Kelima tim akhirnya menyetujui usul tersebut.

5 Tim pertama berdiskusi tentang express pass

5 Tim pertama berdiskusi tentang express pass

Tim kemudian melanjutkan penerbangan ke Bora-bora. Tim berhasil menemukan clue box dan ternyata tantangan pertama adalah roadblock, dimana salah satu anggota tim akan melakukan sky diving dari helikopter dengan ketinggian 10.000 kaki. Anggota yang lain akan menaiki water taxi menuju tempat pendaratan. Jessica/John & Idries/Jamil berhasil mendapat giliran pertama diikuti Dave/Connor & Pam/Winnie, sedangkan Chuck/Wynona mendapatkan helikopter ketiga. Peserta yang melakukan roadblock adalah John, Jamil, Connor, Winnie, dan Chuck. Mereka sungguh beruntung mendapat kesempatan yang sangat langka ini, melihat keindahan surga Bora-bora dari udara.

Roadblock, sky diving dari ketinggian 10.000 kaki

Roadblock, sky diving dari ketinggian 10.000 kaki

Setelah menyelesaikan roadblock, tim mendapat clue dan menuju Eden beach. Jessica/John tiba pertama dan ternyata tim menghadapi rooadblock kedua di leg ini. Jika salah satu anggota tim telah melakukan roadblock sebelumnya, maka partnernya harus melakukan roadblock kedua ini. Tim harus mencari clue yang berada di balik 400 istana pasir di bawah terik matahari yang sangat menyengat, dan mereka harus membangun kembali setiap istana pasir yang mereka hancurkan sebelum bisa beralih ke istana pasir berikutnya. Sementara itu, enam tim terakhir baru tiba pada roadblock pertama.

Roadblock kedua, mencari clue dari 400 istana pasir

Roadblock kedua, mencari clue dari 400 istana pasir

Jessica segera menggali pasir untuk menemukan clue, sementara Idries, Dave, Pam, dan Wynona menyusul. Jessica akhirnya berhasil mendapat clue dari salah satu istana pasir. Tim harus merakit sebuah kano yang dalam bahasa setempat disebut va’a dan kemudian mengayuh kano tersebut menuju pit stop, yaitu Motu Cafe. Enam tim dari pesawat kedua berhasil menyusul dan tiba di roadblock kedua. Bates yang baru saja tiba sangat beruntung  menemukan clue padahal belum lama menggali. Berturut-turut yang menemukan clue adalah Dave, Beth, Pam, Joey, Idries, dan Wynona.

Jessica/John akhirnya berhasil menjadi tim pertama yang check-in di pit stop dan mendaptkan hadiah 2 express pass. Namun mereka belum memutuskan akan memberikan express pass kedua kepada siapa, walaupun mereka sudah setuju akan memberikannya kepada tim yang check-in kedua di rombongan pesawat pertama. Tim yang check-in di belakang mereka berturut-turut adalah Anthony/Bates, Dave/Connor, Pam/Winnie, Mona/Beth, Joey/Meghan, Idries/Jamil, dan Chuck/Wynona.

Jessica & John finish pertama

Jessica & John finish pertama

Tersisa tiga tim yang berjibaku di hadapan istana pasir untuk mendapatkan clue, yaitu Max/Katie, Jennifer/Caroline, dan Matt/Daniel. Setelah berjam-jam mencari tanpa hasil, ditambah panasnya sengatan matahari, Max/Katie mengusulkan untuk tidak melanjutkan roadblock dan memilih 4 jam penalti. Dua tim yang lain akhirnya setuju, dan mereka mendapatkan clue berikutnya. Ketiga tim lalu berlomba merakit kano dan mengayuh ke arah pit stop.

Tiga tim terakhir berpacu menuju pit stop

Tiga tim terakhir berpacu menuju pit stop

Namun sial bagi Matt/Daniel kano mereka terbalik sehingga mereka tertinggal jauh dari dua tim yang lain. Max/Katie akhirnya menempati urutan ke-9, sementara Jennifer/Caroline di urutan ke-10. Tim pemadam kebakaran akhirnya tereliminasi. Walaupun Max/Katie dan Jennifer/Caroline selamat, namun penalti 4 jam tetap diberikan kepada mereka sebelum mereka memulai leg kedua nanti. Leg kedua masih berlangsung di Bora-bora.

Secara keseluruhan, saya suka episode perdana kali ini. Lokasi yang sangat indah. Dari segi editing jauh lebih baik dari pada episode perdana musim yang lalu yang terkesan terburu-buru. Keberadaan tim di airport lebih banyak dibanding musim lalu. Semua tim mendapatkan kredit yang seimbang, walaupun Joey/Meghan  mendapat kredit yang lebih sedikit dibandingkan tim-tim yang lain. Namun sayangnya tiga tim memilih penalti di roadblock kedua. Amat disayangkan mereka menyerah di surga Bora-bora. Jika tidak, tentu akan menjadi episode perdana yang sempurna.

Categories: Entertainment, TV Series | Tags: , , , , , | 1 Komentar

The Amazing Race 22 Kunjungi Bali, Indonesia


The Amazing Race (TAR) season 22 tinggal menghitung waktu. Episode pertama akan tayang besok malam (17 Februari 2013) waktu Amerika, atau hari Senin pagi (18 Februari 2013) waktu Indonesia. Penggemar berat acara ini tentunya sudah sangat-sangat tidak sabar untuk menyaksikannya.

Seperti yang pernah saya tulis pada postingan sebelumnya, di musim yang ke-22 ini, peserta akan mengunjungi 9 negara dari 5 benua dan menempuh jarak 48.000 km. Daaan… salah satu dari 9 negara tersebut adalah negara kita tercinta Indonesia. Tempat yang dikunjungi adalah pulau dewata, Bali. Merupakan suatu kebanggaan bagi kita karena acara yang sudah meraih 9 piala Emmy Awards ini kembali memilih Indonesia sebagai lokasi syuting TAR.

Ini adalah kali ketiga Indonesia dipilih menjadi lokasi syuting TAR setelah season 19 di Yogyakarta dan season 21 di Surabaya. Sepertinya host dan produser acara ini Phil Keoghan mulai jatuh cinta dengan Indonesia he..he.. Sebenarnya saya agak terkejut Indonesia dikunjungi 2 season berturut-turut, bahkan dalam 4 season terakhir, TAR mengunjungi Indonesia 3 kali. Wajar jika di salah satu forum diskusi para penggemar TAR, banyak orang yg kesal karena merasa bosan seperti halnya China dan India yang sudah sering dikunjungi. Saya pribadi sih malah senang (ya iyalah… :p ) karena dunia jadi tau budaya dan tempat-tempat yang menarik di Indonesia.

Tentunya bukan tanpa alasan Phil memilih Bali sebagai lokasi syuting TAR kali ini. Bali merupakan daerah tujuan wisata paling populer di Indonesia, pulau eksotis dengan keindahan alam dan budayanya. Saya beruntung mendapat kesempatan membuntuti para kru dan peserta selama perlombaan berlangsung. Untungnya para detektif TAR berhasil melacak bahwa Bali akan dikunjungi pada leg ke-4 dan salah satu detektif yang juga teman saya yang tinggal di Melbourne menginformasikan kepada saya detil kedatangan para racers pada tanggal 19 November 2012 lalu.

Bali merupakan leg ke-4 di TAR 22 ini, dimana sebanyak 9 tim masih bertahan. Tim berangkat dari pit stop leg ke-3 di Christchurch, Selandia Baru menuju Denpasar, Bali via Perth, Australia. Sebagian tim mendapat flight lebih awal, tiba di Bali pukul 08.30 WITA dan sebagian lagi tiba pukul 11.00 WITA. Saya tiba di bandara Ngurah Rai pukul 08.37 itu pun dengan kondisi mengantuk karena tidak tidur semalaman gara-gara kerja night shift. Setelah menunggu beberapa saat di depan pintu kedatangan internasional, akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba. sebanyak tiga tim muncul diikuti para cameraman dan sound man. tim yang saya lihat adalah best friend Winnie/Pam, Father & Son David/Connor, dan couple Max/Katie. Mereka bergegas menuju taxi counter dan saya sudah siap-siap menekan tombol kamera. Namun belum sempat memotret saya sudah dihardik oleh security yang tak lain adalah kru lokal TAR. Saya beralih ke tempat lain namun security tetap mengikuti dan mengancam akan merampas kamera saya.

Sempat mengambil 2 gambar namun hasilnya blur gara-gara terburu-buru. Saya memutuskan segera ke parkir dan keluar bandara mengikuti ketiga tim tersebut namun kehilangan jejak. Kesal karena frustrasi, akhirnya saya kembali ke airport untuk menunggu kedatangan tim berikutnya yang akan tiba pukul 11.00. Saya memutuskan menunggu di pintu keluar airport agar tidak kehilangan jejak lagi. Dua jam lebih menunggu, akhirnya terlihat 2 buah taksi dengan cameraman disamping supir. Saya langsung tancap gas, namun lagi-lagi saya kena sial akibat stuck di lampu merah dan kehilangan 2 tim lagi :'(  Saya menunggu lagi dan akhirnya terlihat satu taksi dengan tim di dalamnya. Kali ini saya berhasil mengikuti sampai ke Ubud, Gianyar. Ternyata tim menuju monkey forest dan ada task disana (detour). tim yang saya ikuti adalah youtube host, Joey/Meghan.

Tidak berapa lama, mereka keluar dari monkey forest untuk melanjutkan ke tempat berikutnya yaitu Uluwatu beach. Di sini ternyata lokasi roadblock. Saya tidak tau detil task nya, tetapi tim diharuskan mencari surf shop dan membawa surf board yang sepertinya ada kode tertentu. Tim yang berhasil menyelesaikan tugas kemudian harus membawa surf board tersebut kepada Phil yang sudah menunggu di pit stop yang juga berlokasi di Uluwatu. Saya tidak tau urutan tim yang check-in di pit stop dan juga tidak tau tim mana yang tereliminasi. Tim terakhir yang check in kira-kira pukul 19.00. Berikut adalah foto-foto yang sempat saya ambil selama membuntuti peserta (maaf karena hasil fotonya tidak terlalu bagus):

Tim tiba di bandara Ngurah Rai

Tim tiba di bandara Ngurah Rai

Monkey Forest, Ubud, Bali

Monkey Forest, Ubud, Bali

Joey & Meghan di monkey forest

Joey & Meghan di monkey forest

Roadblock di Uluwatu

Roadblock di Uluwatu

petunjuk menuju pit stop

petunjuk menuju pit stop

Pit stop, Uluwatu

Pit stop, Uluwatu

Categories: TV Series | Tags: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: